Penyakit Dalam

Diabetes Melitus : Ringkasan Singkat

Apa itu diabetes?

Diabetes melitus berasal dari dua kata, diabetes berarti pancuran, dan melitus berarti madu. Makna dibalik “pancuran madu” disini adalah kondisi kencing manis, salah satu gejala diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi). Secara garis besar keadaan hiperglikemia tersebut dapat disebabkan karena kelainan sekresi (pengeluaran) insulin atau kerja insulin atau keduanya.

Insulin merupakan hormon yang disekresikan oleh sel beta pankreas ketika terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah, misalnya karena asupan diet. Insulin bertugas memasukkan glukosa dari darah ke sel target sehingga kemudian glukosa tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi untuk sel target dan kadarnya dalam darah kembali normal.

Pada individu normal terdapat 10.000.000 sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Pada pasien diabetes maka jumlah sel beta pankreas tersebut dapat berkurang sampai dengan 50% menjadi 5.000.000 sel dan dengan demikian menyebabkan insulin yang diperlukan tidak adekuat.

Apa yang menyebabkan hiperglikemi pada diabetes?

Apabila terjadi kelainan pada sekresi insulin misalnya pada diabetes melitus tipe satu dimana sel beta pankreas penghasil insulin rusak secara masif sehingga insulin tidak bisa diproduksi maka tidak terdapat insulin yang dibutuhkan untuk menyalurkan glukosa dari dalam darah ke sel target maka terjadi hiperglikemia.

Apabila kelainan terdapat pada kerja insulin misalnya pada diabetes melitus tipe dua dimana sel beta pankreas tetap dapat menghasilkan insulin namun insulin tidak dapat bekerja memasukkan glukosa ke dalam sel target diakibatkan resistensi insulin (misal : reseptor insulin di sel target tidak sensitif sehingga penempelan insulin pada reseptor tidak menstimulasi sel untuk menerima glukosa) maka glukosa dalam darah tetap dalam kadar tinggi.

Apabila keadaan diabetes melitus disebabkan oleh kondisi kehamilan keadaan ini disebut diabetes gestasional. Perlu dicatat dalam kasus ini bukanlah keadaan diabetes melitus pada seorang wanita yang sebelumnya diabetes lalu kemudian hamil, namun diabetes melitus disebabkan oleh kehamilan dan didiagnosis pertama kali saat hamil. Pada saat hamil diperlukan growth hormon untuk pertumbuhan sedangkan growth hormon sendiri memiliki sifat kontraregulasi dengan insulin sehingga peningkatan growth hormon akan menurunkan insulin sehingga terjadi hiperglikemia.

Apa bahaya dari hiperglikemia?

Hiperglikemia akan merusak pembuluh darah sehingga terjadi pertukan oksigen dan nutrisi yang tidak adekuat dari darah kepada sel-sel tubuh, menyebabkan kerusakan di seluruh tubuh terutama pada daerah-daerah yang rentan seperti mata, ginjal, saraf, dan jantung dan menimbulkan komplikasi kronis. Sedangkan komplikasi akut hiperglikemia yang sering ditemui adalah koma ketoacidosis, hiperglikemi hiperosmolarik, dan hipoglikemia.

Adakah obat untuk diabetes melitus?

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan diabetes melitus, namun diabetes melitus dapat dicegah dan dikontrol agar tidak semakin memburuk. Penemuan abad 20 oleh Banting berupa insulin yang diekstrak dari pankreas anjing memberikan angin segar dalam penanganan diabetes melitus. Insulin sangat baik sebagai terapi karena tidak memiliki efek samping. Atas penemuannya tersebut Banting memperoleh hadiah nobel, dan hari lahirnya, 14 November, dijadikan hari diabetes internasional sebagai penghargaan atas kontribusinya terhadap kemajuan penanganan diabetes.

Beberapa organisasi diabetes di Indonesia antara lain PERKENI (Perkumpulan Endokrin Indonesia), PERSADYA (Persatuan Penyandang Diabetes Indonesia), dan PEDI (Persatuan Edukator Diabetes Indonesia).

Diabetes Melitus Tipe 2

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pada diabetes melitus tipe 2 terjadi resistensi insulin. Resistensi insulin pada diabetes melitus tipe 2 secara garis besar disebabkan oleh 2 hal, bisa dikarenakan reseptor insulin pada sel target yang tidak sensitif atau bahkan rusak atau dikarenakan transduksi sinyal yang tidak baik pada sel target walaupun penempelan insulin pada reseptor berlangsung normal.

Saat insulin berikatan dengan reseptor maka di dalam sel target terjadi transduksi sinyal yang memerintahkan sel target untuk memunculkan GLUT 4 ke permukaan membran, senyawa transport yang merupakan kendaraan glukosa untuk dapat masuk ke dalam sel melewati membran sel sehingga kemudian glukosa dapat masuk ke dalam sel target. Apabila transduksi sinyal yang terjadi tidak baik maka tidak terdapat GLUT 4 yang adekuat untuk membawa glukosa masuk ke dalam sel target dan glukosa tetap di dalam darah sehingga terjadi hiperglikemia.

Saat terjadi resistensi insulin, baik karena insensitifitas reseptor maupun kelainan transduksi sinyal, maka kadar glukosa dalam darah akan tetap tinggi walaupun insulin sudah diproduksi. Karena kadar glukosa darah tetap tinggi maka sel beta pankreas kemudian akan melakukan kompensasi terhadap keadaan tersebut dengan cara terus menerus mengeluarkan insulin sampai akhirnya sel beta pankreas tersebut menjadi kelelahan dan terjadi kerusakan sel beta pankreas walaupun tidak separah pada diabetes melitus tipe 1. Oleh karena itu sangat penting untuk segera menurunkan hiperglikemia agar kerusakan sel beta pankreas tidak bertambah luas. Apabila sel beta pankreas belum serusak pada diabetes melitus tipe 1 maka tidak diperlukan penggunaan insulin seumur hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s