Penyakit Dalam

Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah kombinasi gangguan kesehatan yang meningkatkan resiko berkembangnya penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh) dan diabetes. Sindrom metabolik juga dikenal dengan istilah sindrom X dan sindrom resistensi insulin.

Apabila seseorang mengalami kombinasi gangguan kesehatan berupa obesitas atau kegemukan, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan kadar lemak darah yang tidak normal pada waktu yang sama maka orang tersebut dikatakan mengalami sindrom metabolik dan memiliki peningkatan resiko untuk terserang penyakit kardiovaskular dan diabetes. Resistensi insulin merupakan salah satu manifestasi sindrom metabolik yang dapat menjadi awal suatu penyakit diabetes melitus.

Terdapat beberapa pedoman untuk kriteria diagnosis sindrom metabolik, diantaranya pedoman yang dibuat oleh WHO (World Health Organization) dan IDF (International Diabetes Federation).

Pedoman WHO untuk kriteria diagnosis sindrom metabolik :

Terdapat DM tipe 2 atau resistensi insulin dengan 2 dari kriteria di bawah :

  • Dalam pengobatan anti-hipertensi atau tekanan darah > 140/90 mmHg
  • Kadar trigliserid plasma > 150 mg/dl dan atau kadar HDL < 35 mg/dl untuk pria dan < 40 mg/dl untuk wanita
  • BMI > 30 kg/m² dan atau rasio perut-pinggul > 90 cm untuk pria dan > 85 cm untuk wanita
  • Mikroalbuminuria ? 20 mikrogram/menit

Apabila tidak terdapat resistensi insulin maka paling tidak terdapat 3 dari kriteria di atas

Pedoman IDF untuk kriteria diagnosis sindrom metabolik :

Terdapat obesitas sentral dengan 2 kriteria di bawah :

  • Dalam pengobatan anti-hipertensi atau tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg atau tekanan darah diastolik > 85 mmHg
  • Gula darah puasa ≥ 100 mg/dl atau terdiagnosis DM tipe 2
  • Kadar trigliserid plasma > 150 mg/dl atau sedang dalam pengobatan dislipidemia dan atau kadar HDL < 40 mg/dl untuk pria dan < 50 mg/dl untuk wanita
  • Obesitas sentral (Asia) rasio perut-pinggul > 90 cm untuk pria dan > 80 cm untuk wanita

Penatalaksanaan sindrom metabolik bertujuan untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dan DM tipe 2 pada pasien yang belum diabetes. Apabila kondisi tersebut sudah ada maka perlu dilakukan terapi pengobatan untuk sindrom metabolik. Penatalaksanaan sindrom metabolik terdiri atas 2 pilar, yaitu tatalaksana penyebab (kegemukan atau obesitas dan inaktivitas fisik) serta tatalaksana faktor resiko lipid dan non lipid.

Pengaturan berat badan merupakan dasar, tidak hanya bagi obesitas tapi juga sindrom metabolik. Penurunan berat badan 5-10 % sudah bisa memberikan perbaikan profil metabolik. Penanganan dilakukan terintegrasi dalam pengelolaan berat badan mencakup diet, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku. Tekanan darah juga harus diturunkan dangan terapi farmakologi. Pilihan terapi untuk dislipidemia (kadar lemak darah abnormal) adalah perubahan gaya hidup dan diikuti oleh medikasi seperti gemfibrozil dan fenofibrat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s