Artikel

Memperbaiki Kesehatan Mental

Gangguan mental menyebabkan biaya dan beban yang tidak sedikit, oleh karena itu perlu mendapatkan perhatian khusus dan penanganan yang tepat. Penanganan yang baik dari gangguan mental tidak dapat dipisahkan dari sistem yang berlaku untuk mengatur jalannya kesehatan mental. Dalam UU no.3 1966 yang berlaku di NKRI tersebut jelas bahwa pemerintah melalui menteri kesehatan dan juga departemen kesehatan diamanahi untuk menjaga kesehatan mental rakyat, melakukan pengobatan dan perawatan, serta membantu pengembalian penderita. Undang – undang tersebut mengharapkan juga adanya usaha – usaha kesehatan mental yang lainnnya sebagaimana tersirat dalam pasal 3 poin e dan pasal 11 ayat 2.

Melihat beberapa tahun ke belakang, pemerintah Indonesia memang telah melakukan usaha – usaha untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat. Namun usaha – usaha yang dilakukan oleh pemerintah tersebut tak luput dari kekurangan.

Pada tahun 1980 pelayanan kesehatan mental di pelayanan primer (puskesmas) dan rumah sakit umum (tipe C dan D) mulai dijalankan. Pelayanan tersebut dilakukan dengan membuat poliklinik kesehatan mental yang ditangani oleh ahli jiwa yang berasal dari rumah sakit jiwa terdekat. Masalahnya adalah program tersebut hanya dilakukan seminggu sekali atau seminggu dua kali dan tidak merata di seluruh propinsi, sehingga hasil yang dicapai belum optimal dan tidak dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Sejak tahun 1991 diadakan pelatihan kesehatan mental untuk dokter dan perawat di pelayanan kesehatan primer dan rumah sakit umum yang lokasinya jauh dari rumah sakit jiwa. Masalah yang ada kali ini adalah buruknya kolaborasi antara kantor kesehatan provinsi dengan kantor kesehatan kabupaten sehingga menimbulkan masalah administrasi serta menyulitkan pengadaan obat psikotropik. Masalah lain yang muncul adalah tidak semua pelayanan kesehatan primer mendapat kesempatan pelatihan, kontinuitas program tidak berjalan karena dokter-dokter pada pelayanan primer biasanya tidak berasal dari daerah tersebut (misalnya dari program PTT) sehingga dalam jangka waktu tertentu akan kembali ke daerah asal dan diganti oleh dokter lain, serta dokter di pelayanan primer terlalu fokus menangani masalah fisik dibanding mental.

Dari permasalahan – permasalahan yang timbul sebelumnya tersebut, di masa kini pemerintah melakukan evaluasi dan mengambil keputusan bahwa program pelatihan dokter dan perawat harus dilanjutkan. Materi pelatihan terutama berfokus kepada penanganan gejala – gejala fisik yang disebabkan oleh faktor emosional yang memang sering kuput dari perhatian dokter dan perawat. Pendekatannya adalah dengan mengadakan pelayanan dan penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah gangguan jiwa di pelayanan kesehatan primer. Tidak hanya itu, pelayanan kesehatan mental tersebut juga harus menjangkau seluruh area sampai ke area yang sulit dijangkau (remote area).

Penulis menyimpulkan bahwa sebenarnya akar permasalahan pada kesehatan mental terutama berasal dari 3 hal. Yang pertama adalah pemahaman masyarakat yang kurang mengenai gangguan jiwa, yang kedua adalah stigma mengenai gangguan jiwa yang berkembang di masyarakat dan yang ketiga adalah tidak meratanya pelayanan kesehatan mental di seluruh Indonesia.

Untuk poin yang pertama penulis menyarankan agar pemerintah juga mengadakan program – program pendidikan masyarakat terkait dengan gangguan jiwa. Materi yang diberikan harus relevan dengan pengetahuan apa saja yang mendasar yang harus diketahui masyarakat berkaitan dengan gangguan jiwa. Sasaran pendidikan terutama keluarga dari pasien dengan gangguan jiwa, masyarakat di daerah dengan tingkat gangguan jiwa yang tinggi, dan ibu dari tiap keluarga. Kenapa penting untuk mendidik ibu disini, seperti yang kita ketahui ibu memiliki peran penting di keluarga, apabila seorang ibu merupakan individu yang terdidik maka ia dapat menyebarkan pendidikan tersebut paling tidak kepada anak – anak dan suaminya. Dengan begitu diharapkan penyebaran ilmu menjadi lebih efisien. Pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan kabupaten atau propinsi dapat bekerja sama dengan lembaga – lembaga swadaya masyarakat untuk mengakselerasi terjadinya program pendidikan ini.

Pendidikan mengenai kesehatan jiwa ini pada akhirnya diharapkan tidak hanya menambah informasi masyarakat agar lebih tanggap terhadap gangguan jiwa tetapi juga bisa digunakan sebagai gerbang awal untuk memudahkan penyelesaian masalah poin dua yaitu, stigma masyarakat yang keliru mengenai ganguan jiwa.

Untuk poin ketiga, kondisi tidak meratanya pengadaan pelayanan kesehatan mental di seluruh Indonesia sedikit banyak juga dipengaruhi oleh kebijakan desentralisasi. Daerah yang belum maju dan anggaran dananya sedikit mungkin tidak bisa terlalu mengedepankan masalah kesehatan apalagi kesehatan jiwa karena dananya lebih banyak terserap di sektor lain, misalnya upaya penumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu pemerintah sebaiknya tetap memberikan subsidi tepat jumlah yang dimaksudkan untuk menjamin bahwa seluruh daerah memiliki pelayanan kesehatan yang esensial dan memenuhi standar secara merata. Namun walaupun pemerintah memberi subsidi, tiap daerah baik daerah kaya maupun miskin tetap diberi kebebasan untuk menganggarkan dana daerahnya demi kemajuan sektor kesehatan. Dengan demikian diharapkan walaupun tetap ada perbedaan karena kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah tiap daerah berbeda untuk penganggaran dana kesehatannya, namun perbedaan hanya mencakup pelayanan – pelayanan yang sifatnya aksesoris dan merupakan tambahan kepada pelayanan yang esensial.

Sumber :

Kuliah dr. Mahar Agusno : Global – National Mental Health & Psychosocial Problem & Mental Health Policy

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 No. 23 JIWA, KESEHATAN dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 2805 (Penjelasan Tentang Lembaran Negara Tahun 1966 No. 23)

One thought on “Memperbaiki Kesehatan Mental

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s