Penyakit Dalam

Infeksi Saluran Kemih

PENDAHULUAN

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu penyakit infeksi yang cukup sering terjadi di pelayanan rawat jalan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi dari mikroorganisme pada saluran kemih manusia. Mikroorganisme penyebab infeksi pada ISK bisa berupa jamur, virus, maupun bakteri. Namun, bakteri merupakan mikroorganisme yang paling sering menyebabkan ISK.

Image

Saluran kemih adalah suatu sistem drainase dalam tubuh manusia, yang berfungsi untuk membuang zat-zat sisa dan cairan yang berlebih dalam tubuh. Saluran kemih tersusun dari dua buah ginjal, sepasang ureter, sebuah kandung kemih dan uretra. Pada mulanya ginjal menyaring kurang lebih 3 ons darah setiap menit, mengumpulkan zat-zat sisa dan cairan berlebih dalam darah, untuk kemudian memproduksi urin (air seni). Urin tersebut kemudian dialirkan melalui ureter menuju ke kandung kemih, tempat dimana urin ditampung untuk sementara waktu. Apabila urin yang tertampung dalam kandung kemih mencapai jumlah yang cukup untuk meregangkan kandung kemih, maka regangan kandung kemih ini akan mengirimkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan urin. Urin yang tertampung kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui uretra.

TERMINOLOGI

ISK : keberadaan mikroorganisme di dalam urin.

ISK asimtomatik : adanya bakteriuria (bakteri dalam urin) yang bermakna tanpa disertai dengan presentasi klinis ISK.

ISK simtomatik : adanya bakteriuria yang bermakna disertai dengan presentasi klinis ISK.

Bakteriuria bermakna : pertumbuhan mikroorganisme > 105 colony forming units (cfu) / ml pada biakan urin.

ISK atas : ISK yang terjadi pada organ penyusun saluran kemih yang letaknya lebih kranial, misalnya pada ureter (ureteritis) atau pada ginjal (pyelonefritis).

ISK bawah : ISK yang terjadi pada organ penyusun saluran kemih yang letaknya lebih kaudal, misalnya pada uretra (uretritis) atau pada kandung kemih (sistitis).

ISK rekuren : terdiri dari ISK reinfeksi (episode infeksi dengan interval > 6 minggu dengan mikroorganisme yang berbeda) dan ISK relaps (episode infeksi dengan mikroorganisme yang sama, disebabkan sumber infeksi tidak mendapat terapi antibiotika yang adekuat).

ISK sederhana (uncomplicated) : ISK akut tipe sederhana, dimana merupakan penyakit ringan dan tidak menyebabkan akibat lanjut jangka lama. ISK sederhana sering terjadi pada wanita, dan sangat mungkin mengalami kekambuhan. Yang termasuk dalam ISK sederhana adalah ISK yang terjadi pada perempuan yang sedang tidak hamil dan ISK non-obstruksi.

ISK kompleks (complicated) : yang termasuk ISK kompleks antara lain ISK selama kehamilan dan ISK pada penderita DM.

EPIDEMIOLOGI

Prevalensi bakteriuria asimtomatik lebih sering ditemukan pada perempuan. Prevalensi selama periode sekolah 1% meningkat menjadi 5% pada periode aktif secara seksual. Prevalensi infeksi asimtomatik meningkat mencapai 30% baik pada laki-laki maupun perempuan apabila terdapat faktor predisposisi.

Faktor Predisposisi (Pencetus) ISK

Litiasis
Obstruksi saluran kemih
Penyakit ginjal polikistik
Nekrosis papilar
DM paska transplantasi ginjal
Nefropati analgesik
Penyakit sickle-cell
Senggama
Kehamilan
Peserta KB dengan pil progesteron
Kateterisasi

PATOGENESIS

Kemampuan suatu bakteri untuk bisa menginvasi dan menimbulkan infeksi pada saluran kemih didasarkan pada dua faktor penentu, yaitu faktor patogenisitas bakteri dan faktor ketahanan tuan rumah (host).

Peranan bakterial yang dimaksud disini antara lain kemampuan bakteri tersebut untuk melekat pada lapisan mukosa saluran kemih dan kekuatan bakteri untuk bertahan dari serangan sistem imun tuan rumah. Sedangkan peranan tuan rumah antara lain ada tidaknya faktor predisposisi yang meningkatkan kemungkinan kejadian ISK pada tuan rumah, kelainan anatomis yang menyebabkan bakteri lebih mudah melakukan invasi, penggunaan alat kontrasepsi spermisida yang menimbulkan gangguan pada lapisan epitel saluran kemih sehingga lebih mudah dihinggapi oleh bakteri, penggunaan kateter urin, dan status imunologi pasien.

PATOFISIOLOGI

Proses invasi bakteri ke dalam saluran kemih bisa secara asenden (naik ke atas), hematogen (melalui aliran darah), maupun limfatik (melalui aliran limfe). Namun, proses invasi bakteri yang paling sering terjadi adalah proses secara asenden. Hal ini dikarenakan pada dasarnya bagian distal dari saluran kemih merupakan bagian yang memang banyak dikolonisasi oleh bakteri, baik gram negatif maupun gram positif. Apabila bakteri tersebut karena satu dan lain hal, misalnya hubungan seksual ataupun cara membilas daerah genital yang salah pada wanita, kemudian masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra, maka terjadilah proses invasi secara asenden.

Apabila bakteri yang sudah masuk ke dalam kandung kemih kemudian didukung oleh kebiasaan yang kurang baik seperti jarang minum atau sering menahan buang air kecil, dimana kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat menghambat pembersihan saluran kemih dari kuman, maka bakteri ini dapat lebih lama berada di dalam kandung kemih dan berkembang biak. Bakteri yang sudah berkembang biak bila tidak diterapi dengan terapi antibiotik yang adekuat bisa jadi kemudian melakukan invasi lagi secara asenden ke bagian saluran kemih yang lebih kranial dari kandung kemih, yaitu ureter maupun ginjal, dan menimbulkan penyakit yang lebih sulit untuk diobati.

Bakteri Penyebab ISK

E. coli Paling sering
Proteus spp. 33% pada anak laki-laki 5 tahun
Klebsiella spp.
Stafilokukus Terutama paska kateterisasi
Pseudomonas

Bakteri yang sering menyebabkan ISK umumnya adalah bakteri intestinal E. coli. Pada wanita, letak anus dan uretra yang berdekatan serta uretra yang pendek menyebabkan bakteri intestinal ini lebih mudah masuk ke dalam saluran kemih.

PRESENTASI KLINIS

ISK Atas

Pyelonefritis akut : demam tinggi (39.5-40.5˚C), menggigil, sakit pinggang, kram. Sebelumnya didahului gejala ISK bawah.

ISK Bawah

Sistitis : nyeri suprapubik, disuria, polakisuria, nokturia, stranguria. Disertai bakteriuria bermakna.

Sindrom uretra akut (SUA) : sulit dibedakan dengan sistitis. Sering ditemukan pada perempuan usia 20-50 tahun. Terkadang hanya muncul disuri dan polakisuria disertai cfu/ml urin < 105.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Protokol standar : analisa urin, pemeriksaan mikroskop urin segar tanpa putar, kultur urin, jumlah kuman / ml urin.

Investigasi lanjutan (renal imaging -> USG / rontgen / isotop scanning) dilakukan berdasarkan indikasi :

  • ISK kambuh
  • Pasien laki-laki
  • Gejala urologik : kolik ginjal, pyuria (neutrofil > 10 / lapang pandang), hematuria
  • Hematuria persisten
  • Mikroorganisme jarang : Pseudomonas spp. atau Proteus spp.
  • ISK berulang dengan interval ≤ 6 minggu

TERAPI

Diagnosis Bakteri Tx
Sistitis akut sederhana E.coli

S.saprophyticus

Kotrimoksazol 2x1tab (80/400 mg) 3 hari

Siprofloksasin 2×250 mg 3 hari

Sistitis akut pada wanita hamil Sama dengan atas Amoxicillin-clavulanat 3×500 mg 7 hari
Pielonefritis akut non komplikasi E.coli Kotrimoksazol 2x1tab (80/400 mg) 14 hari

Siprofloksasin 2×500 mg 14 hari

Pielonefritis akut komplikasi E.coli

P.mirabilis

K.pneumoniae

Pseudomonas

E.fecalis

Siprofloksasin 2×500 mg 14 hari

 EDUKASI

  • Minum banyak air (8-10 gelas per hari)
  • Komsumsi suplemen vitamin C secara teratur karena vitamin ini diketahui dapat menurunkan jumlah bakteri di urin
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol, makanan yang kaya rempah dan kopi, karena dapat mengiritasi kandung kemih
  • Jangan menunda keinginan BAK agar urin tidak tertahan lama di kandung kemih dan tidak memudahkan pertumbuhan bakteri
  • Cuci tangan dan alat kelamin sebelum dan sesudah berhubungan seksual
  • Bilas anus sekurangnya sehari sekali
  • Bagi wanita basuh dari uretra menuju anus, jangan sebaliknya
  • Mandi menggunakan pancuran, hindari berendam di bath tub
  • Ganti pembalut atau tampon sesering mungkin
  • Hindari penggunaan celana ketat. Gunakan celana dalam berbahan katun.

Sumber :

  • Buku Ajar IPD FKUI Jilid II Edisi V
  • Buku Ajar IPD FK UGM
  • Petunjuk Konsultasi MIMS Indonesia Edisi 9
  • ISO Farmakoterapi
  • Kapita Selekta Kedokteran Jilid I Edisi III

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s